Sunday, November 18, 2012

Wake Up & Stop.

Assalamualaikum readers. Well it's been quite some time since I'm being this hyper when writing posts. I mean, two in a row can you imagine how boring and unproductive my life is right now. At some moment, I am thinking of going back to Lendu and finish my Foundation as soon as possible so I don't have to do this lame countdown (days to go to face Lendon). But obviously you'll see me in any mental institution if I say Lendu is my second home.

Let us skip to a more serious topic. It's a worldwide topic about Israel laknatullah bombed Gaza. Please kill yourself if you know nothing about this matter. I mean, this isn't a frivolous topic. Don't be such an ignorant and have or show no effort in knowing about this thing. I am so disappointed when some of us are still meddling with unimportant businesses and still get busy with your mushy love things. I know, some people prefer to show their concern through du'a. But isn't it pathetic to see some of us Muslim still have the gut to talk about love and entertainment while everyone is spreading the words to help our brothers and sisters there? I'm not mad. I'm just disappointed.




Tengok siapa antara mangsa pengeboman? Bayi. Ya Allah bayi. Makhluk ciptaan Allah yang masih belum kenal dunia. Yang masih belum dapat menyimpan memori tentang dunia. Yang masih belum tahu-menahu apa-apa tentang dunia. Yang masih perlukan dakapan seorang ibu. Yang masih perlukan kasih-sayang seorang ayah. Budak-budak yang masih kecil lagi. Hancur. Hancur kepala kanak-kanak tu Ya Allah. Ya Allah kalau nak dicarutkan tentang kebinatangan Israel, terlalu berdosa rasanya. Terlalu mengikut perasaan akhirnya. Tapi kebinatangan Yahudi amat mencabar kesabaran umat Islam. Amat amat mencabar air mata seorang Muslim. 

Wajarkah kita merungut tentang ibu bapa kita? Masihkah kita pertikaikan tindakan mereka ke atas kita? Sanggupkah kita membenci darah daging kita sendiri. Sedangkan di sana keluarga seolah-olah harta yang terlalu mudah untuk hilang dan ditangisi. Mereka di sana hidup dalam ketakutan. Kita hidup dalam apa? Bersyukurlah. Kita hidup dalam kesenangan. Jadi mengapa masih ingkar dengan tuntutan Maha Esa?






Di mana kita waktu sebegini? Memang kita tak ada kemampuan untuk berhubung terus dengan pemimpin dunia. Kita tak ada kemampuan tenaga untuk melawan bala tentera. Tapi kita ada senjata paling ampuh yang tak ada sesiapa boleh patahkan. Kita ada senjata kita umat Islam, doa. Kita ada doa. Dan tak ada apa yang lebih kukuh melainkan doa seorang hamba.

Bangkitlah dari tidur, umat Islam. Bangunlah dari mimpi.
Sama-samalah kita hadapi realiti sekarang ini.
Teruskanlah amalan Qunut Nazilah. In shaa Allah, Allah bersama-sama dengan kita.
Satu hari nanti, Islam akan bangkit dan saat itu seluruh dunia akan sedar.

No comments :